Monday, 4 April 2016

WamenaNews: Indonesian Security Forces Terrors Indigenous People of Papua in Wamena



Indonesian Military Parate on Community Terrors in Wamena, Highlands of West Papua on April 1th 2016 (Photo Doc-BS)

ENGLISH

Wamena 1April 2016

Indonesian Army and Polices from Battalion of Wimane Silih as Complete Walking With Guns Parade deploying troops in the Town For Terrors Wamena Society, of native people of Papua.
TNI has conducted military parade in Wamena on Friday, 1th April 2016 at exactly 3:00 pm by using the tools of war, where they are around the town of Wamen.

Indonsia military Parade or  has conducted in public, with the aim of terror native  Papuans in the region. So that indigenous peoples of Papuan feared and panic. 

This parate they did all afternoon in the town of Wamena, Papua. In this military parate, they using all roads in the town of Wamena. Indonesian Army troops lined the road, in four lines. It's all in the area of ​​civil society think there is a war, and they fear incredible.

Therefore, we present to the world its International that help monitoring the situation that we are facing this original person Papuan (Papuan human rights Activist) word (Baroy.S) who wrote this report to the Human Rights Defenders on Friday, April 1th, 2016 in Wamena, Papua. 

Rights Activist from Wamena to reported that our indigenous Papuans in the interior of Papua is not safe, because the presence of the Indonesian security forces in large numbers. 

And the arrogance of the Indonesian Security Forces so overdone, so our original person is not free and always live in fear, said Baroy S. According to the report that the army and police alert and on guard at every street in the town  of Wamena with guns so that the indigenous people of Papua are not going out because of fear.

This is something we experience every day in Wamena, therefore we hope and request that there should be concern by the public  or Internation community and especially by the  international humanitarian working groups and more specifically by the United Nations, said Papuan Independence Activist from  Wamena, Highlands of Papua.

Seeing such conditions, we on behalf of the people of Papua strongly urged the United Nations to immediately degree referendum in West Papua as well as immediately and so we live freely over our country.

Similarly, reports from Wamena, By Baroy S, an Independence Activist of Papua.

Edited, Translated and Publishing by,
Sebby Sambom
An West Papuan Human Rights Defender
(Former West Papuan Political Prisoner)
---------------------------------------------------------


WamenaNews:  Aparat Keamana Indonesia Teror Orang Asli Papua di  Wamena Papua 
 
Parade Aparat Keamanan Indonesia di Wamena,Papua Bernuansa Teror Masyarakat Asli Papua 1 April 2016

INDONESIAN
 
Wamena  1April 2016

Tentara dan Polisi dari Batalion  Wimane Silih Dengan Senjata Lengkap  Jalan Kaki Pawai Di Wamena Kota Untuk Terror Masyarakat, orang Asli Papua. 

TNI telah melakukan parate militer di Wamena pada hari Jumat tanggal 1 April 2016 tepat pukul  3:00pm dengan menggunakan peralatan perang, dimana mereka keliling kota Wamen. 

Militer Indonsia telah melakukan parate di publik, dengan tujuan untuk teror orang asli Papua di wilayah itu. Sehingga masyarakat asli ketakutan dan panik. Parade ini mereka lakukan dari siang sampai sore di kota Wamena, Papua.  Dalam parade militer ini, mereka gumakan semua ruas jalan di kota Wamena. 

 Pasukan  Tentara Indonesia jalan berbaris, dalam empat bersab. Hal ini semua masyarakat sipil di daerah itu berpikir ada perang, sehingga mereka ketakutan yang luar biasa. 

Oleh karena itu, kami sampaikan kepada dunia Internasiona bahwa  tolong monitor atas situasi yang kami orang asli Papua hadapi ini ( Kata activis HAM Papua B.S yang menulis Laporan ini dari Wamena kepada Pembela HAM Papua pada hari Jumat tanggal 1 April 2016. 

Activis HAM dari Wamena melaporkan bahwa kami orang asli Papua di pedalaman Papua tidak aman, karena kehadiran aparat keamanan Indonesia dalam jumlah besar. Dan arogansi Aparat Keamanan Indonesia sangat berlebihan, sehingga kami orang asli Papua tidak bebas dan selalu hidup dalam ketakutan, kata BS. 

 Menurut laporan ini bahwa Tentara dan Polisi siaga dan berjaga di semua jalan di kota Wamena dengan senjata lengkap, sehingga masyarakat asli  Papua tidak keluar rumah karena ketakutan. 

Hal ini kami alami setiap hari di Wamena, oleh karena itu kami harap dan mohon agar perlu ada perhatian oleh Masyarakat luas dan yang terutama oleh bekerja kemanusiaan Internasional dan lebih khusus oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, kata Activis Papua di Wamena.     

Melihat kondisi yang demikian, maka kami atas nama rakyat Papua dengan tegas mendesak PBB agar segera gelar Referendum di Papua Barat supaya kami Merdeka dan hidup bebas di atas negeri kami. 

Demikian, laporan dari Wamena. Oleh BS, Activis HAM Papua, dari Wamena.

Edited, Translated and Publishing by,
Sebby Sambom
An West Papuan Human Rights Defender
(Former West Papuan Political Prisoner)
-----------------------------------------------------

No comments:

Post a Comment