Tuesday, 7 November 2017

Bougenville Akan Referendum 15 Juni 2019 Karena Mereka Telah Berhasil Hancurkan Tambang Emas Rio-Tinto Milik Amerika tahun 1998



Photo Perusahaan Emas Panguna di Arawa, Bougenville-Papua New Guinea

Background of Bougenville Revolution Army

Pada tahun 1998 Bougenville Revolution Army  (BRA) telah mengorganisir diri membentuk kekuatan militer revolusi, guna lawan kapitalis Amerika dengan anteknya Pemerintah Papua New Guinea (PNG). 

Cita-cita mereka adalah tidak mau tunduk kepada kapitalis asing dengan pemerintahan yang berwatak kriminal serta colonialis, yang telah dan sedang menindas rakyat Bougenville serta mencuri sumber daya alam termasuk pengerukan Tambang Emas Rio Tinto yang dikena dengan nama Panguna Mining di Bougenvile, PNG.

Dari hasil perlawanan yang telah dilakukan oleh Bougenville Revolution Army, telah terjadi intervensi PBB dan berhasil melakukan MOA (Memorandum of Agreement) di antara Pemeintah Papua New Guinea dan Pimpinan Bougenville Revolution Army dibawah pimpinan Almarhum Francis Ona sebagai Panglima Tinggi Bougenville Revolution Army dibawah mediasi pihak internasional pada tahun 2001.

Karena mereka (BRA) dengan berani telah lawan penjajah dan kapitalis, sehinggal Rakyat Bougenville akan Referendum pada tanggal 15 Juni 2019 dan kemudian akam merdeka penuh dan berdaulat sebagai sebuah Negara merdeka di Melanesia, Region Pasifik.
Pada suatu hari, di suatu tempat Tuan Sebby Sambom pernah bertatap muka dengan seorang Pimpinan BRA dan telah berhasil melakukan diskusi tentang perlawanan. 

Dalam diskusi ini, Pimpinan BRA tersebut pernah sampaikan kepada Tuan Sebby Sambom bahwa apabila orang Melanesia di Papua Barat mau merdeka, orang Papua harus berani ambil resiko. 

Yang dimaksud adalah harus lawan Indonesia dengan senjata, seperti apa yang Bougenville telah lakukan terhadap Perusahaan Emas Rio Tinto atau PAnguna Mining dan Pemerintah PNG pada tahun 1998.

Perang baru PBB bisa intervensi. Jika tidak ada perlawanan bersenjata, maka tidak mungkin PBB intervensi. Dan jangan mimpi-mimpi saja bahwa PBB akan kasih kemerdekaan, itu orang yang lemah dan tidak punya harapan. 

Oleh karena itu orang Papua Barat harus lawan Indonesia dengan senjata, tidak hanya demonstrasi-demonstrasi. Dan selanjutnya Pimpinan yang tersebut tunjuk gambar-gambar kepada Tuan Sebby Sambom dan telah mengatakannya bahwa lihat saudaraku gedung-gedung tinggi yang hanya tinggal rangga-rangga atau buing-buing saja, dan beliau PImpinan BRA ini telah mengatakan bahwa dulu di Arawa kota besar seperti di Port Moresby, tapi kami telah berhaisl bakar dan hancurkan kota itu. 

Dan akhirnya kami akan mendapatkan kesempatan untuk referendum pada tanggal 15 juni tahun 2019 nati, melalui perundingan yang pernah kami sepakati. 

Oleh karena itu, saran saya kepada semua pejuang Papua Merdeka agar membangun kekuatan militer yang baik dan lawan Indonesia dengan senjata, bukana hanya lewat demonstrasi-demonstrasi atau diplomsi atau kanpanye-kampanye saja. 

Berkataan di atas telah disampaikan oleh Pimpinan BRA kepada Tuan Sebby Sambom), tiga tahun terakhir yang kita telah lewati ini. 

Untuk melihat bukti photo yang BRA pernah hancurkan Perusahaan Panguna Mining di Bougenville, bisa ikuti histori dalam gambar dibagian halaman selanjutnya dari rarticle ini. 

Silakan sakssikan photos dibawah ini: 

Personnel of BRA Bougenville 1998
A Personnel of BRA 1998 in Bougenville, PNG


The Personnel of BRA in Bougenville in 1998







Panguna Mining (Perusahaan Emas) Milik Amerika yang pernah dihancurkan oleh Bougenville Revolution Army

Panguna Mining (Perusahaan Emas) Milik Amerika yang pernah dihancurkan oleh Bougenville Revolution Army
Panguna Mining (Perusahaan Emas) Milik Amerika yang pernah dihancurkan oleh Bougenville Revolution Army
Bougenville Revolution Army (Coconut Revolution Army) yang pernah berhasil hancurkan Tambang Emas Milik Amerika di Bougenville, dan akhirnya Bougenville akan Referendum tgl 15 Juni 2019 nanti


Article ini sebagai bahan renungan bagi Rakya West Papua dan yang terutama bagi Pejuang Papua Merdeka, yang tergabung dalam kelompok militan. Ingat, Papua tidak akan merdeka cepat, kalau kita hanya melakukan diplomasi dan kampanye tanpa melakukan perlawanan bersenjata. 

Oleh karena itu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat dalam Komando Nasional mempunyai agenda yang namanya Revolusi Tahapan dan Revolusi Total. Penembakan di Tembagapura merupakan Revolusi Tahapan.

Agenda ini merupakan hasil Resolusi Konferensi (KTT TPN-OPM) di Biak pada tanggal 1-5 Mei 2012. Dengan dasar ini, maka TPNPB-OPM telah dan sedang kerja dalam perjuangan ini sesuai dengan resolusi hasil Konferensi 2012.  Semua Komando dibawah Panglima Tinggi TPNPB, Gen. Goliath Tabuni. 

Penulis:
Sebby Sambom
West Papuans Human RIghts Defender
(Former West Papuan Political Prisoner)

1 comment: