Sunday, 19 November 2017

The Indonesian Military Forces Rocket Fire Killed Two TPNPB members & Injured Another Six


The photo of ballistic rocket were Indonesian troops attacked at Banti and Kembeli Village on Friday Nov 17st 2017

ENGLISH

Reported directly from Tembagapura west Papua, to TPNPB spokesman Mr. Sebby Sambom on Friday, November 17th 2017. And this Report is a version of West Papuans who a member of TPNPB, which is a fact of truth for Indonesian military attack by using Rocket Launcher Land.

It was reported that in the villages of Utikini, Banti and Kembeli Tembagapura district were showered with rocket fire, which had been fired by Indonesian military forces.

The brutal Indonesian military forces caused two civilians who were indigenous Papuans killed on the spot, and six others were injured.

Furthermore, it was reported that "brutal assault by Indonesian Military forces actually occurred in the village of Banti, Kembeli and Utikini in Tembagapura District, West Papua.

And this attack also resulted in deep trauma to indigenous Papuans.
By seeing the terror by the Indonesian military forces, indigenous Papuans in Tembagapura region feel seriously threatened by the Colonial Republic of Indonesia troops.

And they also feel that Indonesia is Terrorist, who came in our land to terrorize and kill us whoms native Papuans as like animal.

Victims of rocket attack on behalf of Ilame Tabuni (male) and Berina Waker (female). TPNPB claims that both of these victims are member of TPNPB, but we classify them are civilians residing in Kembeli. 

Therefore, if the investigation results are proven later, then it is a violation of human rights and Indonesia must be responsible.

The report says that attacks by the Indonesian military with deadly weapons, or using ballistic rockets, are a spate of human rights.

It should be known to everyone that this rocket attack takes place only the Indonesian Military and Police scenarios, in search of legitimacy and also only for the recovery of the good name of these two institutions, as before they had built up the issue of lying propaganda.

According to the reporter who was reported directly from Tembagapura, West Papua that actually the citizens of the Society there are safe, but the Indonesian Military Forces did the attack by using Ballistic Rocket is nothing more than their foul scenario to control the region there. Or the term of territorial acquisition.

The undisclosed rapporteur said that discrimination had become apparent, where non Papuans had been evacuated and the indigenous Papuans were abandoned.

It means there is no justice, and all the issues constructed by the Indonesian military are public deception.

The final paragraph in this report states that the combined Indonesian military and police forces have violated the rules of war, as they use Rocket Bomb or ballistic missiles.

And keep in mind that we are not an independent nation, but we are a nation group that fight for the Politics right of our Independence  which has been annexed by Indonesia on May 1th 1963.

Therefore, we hope that the Indonesian Military does not use the Rocket Bomb. If the Indonesian Military and Police Forces are heroes, then we are open war by using the same standard weapons.

The last message in this report is as follows: Please, Mr. Sebby Sambom and all human rights working groups should talk about this. So, for the good rocks and cooperation we thank you. Reported by WTL.

Translated, edited and published by,
Sebby Sambom
West Papuan Human Rights Defender
Former West Papuan Politicak Prisoner
(Spokesperson of TPNPB)
-----------------------------------------------
 
The photo of Indonesian troops after Roket Bom attacked at Banti and Kembeli Village on Friday Nov 17st 2017
INDONESIAN

Tembakan Roket Pasukan Militer Indonesia Menewaskan Dua Anggota TPNPB dan Melukai Enam Lainnya 

Laporan langsung dari Tembagapura west Papua, kepada Jubir TPNPB Tuan Sebby Sambom pada hari Jumat tanggal 17 November 2017. 

Dan Laporan ini adalah versi TPNPB langsung dari Tembagapura, West PApua, yang merupakan fakta kebenaran atas serangan militer Indonesia dengan menggunakan Roket Peluncur Darat. 

Dilaporkan bahwa di Kampung Utikini, Banti dan Kembeli distrik Tembagapura dihujani dengan tembankan-tembakan Roket,  yang telah ditembakan oleh pasukan militer Indonesia. 

Serangan Pasukan militer Indonesia yang brutal ini mengakibatkan dua warga sivil yang merupakan penduduk Asli Papua tewas di tempat, dan enam lainnya mengalami luka-luka.  

Selanjutnya, dilaporkan bahwa “penyerangan brutal oleh pasukan Militer Indonesia ini benar–benar terjadi di kampung Banti, Kembeli dan Utikini di Distrik Tembagapura, West Papua. 

Dan penyerangan ini juga mengakibatkan trauma yang sangan mendalam bagi  masyarakat pribumi Papua. 

Dengan melihat terror oleh pasukan militer Indonesia ini, masyarakat pribumi Papua di wilayah Tembagapura merasa mendapat ancaman serius oleh Negara Kolonial Republik Indonesia. 

Dan mereka juga merasa bahwa Indonesia adalah Terroris, yang datang di tanah kami untuk menteror dan membunuh kami orang pribumi Papua. 

Korban serangan Roket Peluncur darat atas nama Ilame Tabuni (pria) dan  Berina Waker (wanita). TPNPB mengklaim bahwa kedua korban ini adalah anggota TPNPB, namun kami mengklasifikan mereka adalah warga sipil yang berada di Kembeli.  

Oleh karena itu, jika hasil investigasi terbukti nanti, maka itu adalah pelanggaran HAM dan Indonesai harus bertanggungjawab. 

Dalam laporan ini menyebutkan bahwa serangan oleh militer Indonesia dengan senjata mematikan, atau menggunakan roket balistik ini merupakan penggaran HAM. 

Perlu diketahui oleh semua orang bahwa serangan Roket  ini terjadi hanya skenario Militer dan Polisi Indonesia, guna mencari legitimasi dan juga hanya untuk pemulihan nama baik kedua institusi ini, karena sebelumnya mereka sudah bangun isu propaganda bohong. 

Menurut pelapor yang dilaporkan langsung dari Tembagapura bahwa  sebenarnya warga Masyarakat di sana aman-aman saja, namun Para Pasukan Militer Indonesia lakukan penyerangan dengan menggunakan Roket Balistik tidak lebih dari scenario busuk mereka guna menguasai wilayah di sana. Atau istilah pengambilalian wilayah.

Pelapor yang namanya dirahasiakan ini mengatakan bahwa diskriminasi telah terlihat jelas, dimana orang non Papua telah dievakuasi dan orang pribumi Papua ditinggalkan. Itu mengartikan tidak ada keadilan, dan semua isu yanag dibangun oleh militer Indonesia adalah pembohongan public. 

Alinea terakhir dalam laporan ini menyatakan bahwa Pasukan gabungan militer dan Polisi Indonesia telah melanggar aturan hukum perang, karena mereka menggunakan Bom Rocket atau rudal balistik. 

Dan perlu diketahui bahwa kami bukan Negara merdeka, melainkan kami adalah kelompok bangsa yang berjuanag secara keloktif untuk hak Politik Kemerdekaan kami yang telah dianeksasi oleh Indonesia pada 1 Mei 1963.  

Oleh karena itu,  kami harap bahwa Militer Indonesia tidak menggunakan Bom Roket. Kalau Pasukan MIliter dan Polisi Indonesia jagoan, maka kita perang terbuka dengan menggunakan senjata standar yang sama. 

Pesan terakhir dalam laporan ini sebagai berikut: Tolong, Tuan Sebby Sambom dan semua bekerja HAM haru bicara hal ini. Demikian, atas batuan dan kerja sama yang baik kami sampaikan terima kasih. 


Translated, edited and published by,
Sebby Sambom
West Papuan Human Rights Defender
Former West Papuan Politicak Prisoner
(Spokesperson of TPNPB)
----------------------------------------------

No comments:

Post a Comment